FORMAT RADIO
Format media sebuah siaran radio adalah berbeda dengan siaran TV yang berformatkan program driven, sedangkan radio adalah berformatkan format driven. Format radio diwakili oleh musik yang dimainkannya atau pada kebutuhan pendengar yang dibidiknya. Format radio dibagi menjadi dua macam, yakni format yang berbasis musik dan non musik. Radio yang berbasis musik memiliki format musik, antara lain Eazy Listening, Contemporary Hit Radio (CHR)/Top 40, Adult Contemporary (AC), Jazz, Country, Dangdut dsb. Radio Karbol sebagai media komunikasi dan informasi Satria Yogyakarta yang mengarah kepada kaum remaja dan pelajar sebagai sasaran bidik pendengarnya terus berupaya mencari format siaran yang sesuai segmentasi pasar yang meliputi aspek aspek geografis, demografis, sosial-ekonomis, psikografis serta individu dan perilaku dari masyarakat Yogyakarta. Format sebuah stasiun radio adalah merupakan ciri khas dari radio itu sendiri yang dapat mendukung tercapainya sasaran siaran (pendengar yang dibidik) sebut saja para pemuda dan pelajar di Kota Jogja sebagai sasaran utamanya dengan tidak menyampingkan segmen acara bagi orang tuanya. Disamping format radio dari sisi musiknya, juga terdapat format radio dari sisi program sesuai kebutuhan pendengarnya (Edutainment, Infotainment, Talk Show, News dan Tips)
SEGMENTASI RADIO
Dalam sebuah radio komersial, bila berbicara Segmentasi radio artinya berbicara bisnis dan duit yang akan mengalir dari biro iklan. Target market menjadi sangat penting sebelum sebuah produk apapun diluncurkan oleh radio, target market harus memperhatikan unsur needs, wants dan behaviour pendengarnya. Sebagai radio komunitas, Radio Karbol FM harus mampu memanfaatkan segmentasi pasar pendengarnya untuk dijadikan target sebagai unsur Pembinaan Potensi Dirgantara (Binpotdirga) yang dapat menciptakan image, dukungan dan partisipasi masyarakat terhadap TNI AU yang merupakan umpan balik atas program siaran dan layanan informasi yang diberikan kepada masyarakat. Segmentasi radio akan mempermudah membangun sosok identitas yang akan dikomunikasikan kepada masyarakat, maka jika positioning sebuah radio tidak jelas, efeknya akan sangat besar. Misalnya sebuah radio yang mengaku bersegmen pemuda dan pelajar (16 s.d. 25 tahun) tetapi format siarannya mengarah pada segmen 35 tahun ke atas, maka radio ini akan salah sasaran tembaknya (target pendengar yang dibidik) sehingga akan berskhibat tidak tercapainya visi dan misi yang diinginkan.